Saat ini dunia blogger semakin rame dan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Padahal sebelumnya blogger belum sepopuler sekarang ini. Tapi tahukah apabila anda mengaku seorang blogger telah mengerti cara menulis ? Karena untuk menulis suatu artikel atau tulisan apapun anda harus memilah – milah jenis dan kategori apakah yang sedang anda buat. Mungkin tidak banyak orang yang berprofesi sebagai blogger mampu melakukan hal itu, termasuk saya sendiri sedang belajar mempelajari cara menulis artikel yang baik dan benar.

Karena menulis memerlukan kemampuan khusus, walaupun terbilang gampang tetapi bila anda tidak mengetahui dasarnya akan dibilang susah. Dulu ketika kita sejak SD diajarkan untuk mengarang dan kita tentu saja kadang lupa untuk mengingatnya kembali ( saya saja lupa … hehehe ).Untung saya menemukan artikel ini ketika membaca – baca di suatu blog jurnalis. Mari kita kupas bersama – sama.

Jenis menulis sangat banyak jenis nya, yakni ada fiksi dan nonfiksi seperti berita di surat kabar dan novel. Selain itu seperti esai, skrip pembawa acara radio dan tv, artikel, editorial majalah, surat cinta, surat bisnis seperti surat penawaran, proposal, minutes meeting dan lain – lain.

Tetapi semua itu hanya berpondasi pada satu hal saja yakni 5W 1H. Itu adalah standart baku dari semua tulisan maka bisa dikatakan baik dan benar bila telah memenuhi syarat itu. Jurus Sakti Mandraguna sebagai aji – ajian untuk menulis ini sudah di ketahui banyak orang. Tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini, yang mengakibatkan bingung untuk alur cerita dari penulisan tersebut. Rumus itu antara lain :

W1 = What
W2 = Who
W3 = When

W4 = Where
W5 = Why
H = How

Sangat sederhana bukan ? sungguh ironik sekali, kita sudah capek – capek nulis begitu panjang tetapi kita tidak memenuhi kriteria diatas. Kata ini saya ucapkan Asinan di campur kedondong, selanjutnya gimana donk !. Pasti kata yang anda keluarkan adalah “AARRGGGHH !!!“. HeHehe … saya sering mengalami hal tersebut dan akhirnya mencari standart baku menulis hingga posting artikel ini saya keluarkan.

Oke saya jelaskan satu persatu tentang Rumus diatas :

WHAT dalam bahasa indonesia adalah “Apa“. Bisa diartikan apa yang akan kita tulis atau tema yang akan kita tuangkan dalam bentuk tulisan. What bisa diartikan apa saja. Seperti kita membicarakan “Apakah Manohara yang di Malaysia akan kembali ke pelukan ibunya yang ada di Indonesia ?”. Dan perlu di ingat, “WHAT” merupakan dasar dari 4 W lainnya.

WHO dalam bahasa indonesia adalah “SIAPA“. Bisa di ibaratkan tokoh cerita dari “WHAT“. Misalkan contoh dalam kasus Antasari, Nasrudin dan Rani. Sebagai penulis kita harus mengerti bagian point ini. Yakni harus berkaitan dengan “WHAT“. Karena akan membuat suatu tulisan itu menjadi hal yang menarik untuk disimak selanjutnya.

WHEN diartikan adalah “Kapan” atau bisa disebut “Waktu Kejadian dari WHat“. Ini adalah hal yang ringan tetapi menjadi bumbu penulisan yang menjadi pertanyaan. “Kapan penembakan Nasrudin itu terjadi ?”. Selain itu bisa menjadikan suatu imajinasi atau bayangan sang pembaca.

WHERE diartikan dengan tempat kejadian WHAT. Ini adalah bumbu lain yang berkaitan dengan “WHAT”. Seperti “Dimana Manohara sekarang ini ? Apakah masih bersama sang Pangeran Malaysia ? ” saling berkaitan bukan ? …

WHY diartikan sebagai “MENGAPA terjadi dalam point WHAT“. Ini adalah penjelasan dari penulisan yang sedang dibuat, semuanya dikupas tuntas di bagian ini. Seperti contoh sebagai berikut “Mengapa terjadi pembunuhan terhadap Ketua KPK indonesia si Antasari, apakah hukum akan bertindak demi sebuah keadilan dan menguak tuntas kebenaran.”

HOW diartikan “Bagaimana dari point What itu terjadi”, seperti jalannya proses, lika – liku dan lain – lain.

Semua rumus tersebut digunakan untuk menghindari kesalahpahaman dan kekuranglengkapan informasi. Semisal pembaca sedang membaca bilamana salah satu point diatas ada yang hilang, maka tak pelak lagi sang pembaca akan melontarkan suatu pertanyaan.Kadang kala akan menerka – nerka saja. Bisa jadi malah tidak akan merespon sama sekali. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam menulis.

Pesan saya :

Sesuatu yang mudah jangan pernah di anggap sepele atau di abaikan, karena semua kembali dari dasar